Williamson62sivertsen's website

Our website

03
Ma
Pengertian Pendekatan Geografi Ekologi
03.03.2017 00:44

Guna suatu disiplin kepiawaian, geografi meneliti suatu bentuk alam yang terdiri untuk bagian-bagian yang saling tersekat. Aliran dorongan dalam unik sistem membuahkan perubahan. Reformasi yang sinambung akan menghasilkan suatu susunan keseimbangan orde.

Suatu komposisi terdiri mulai tiga bagian berbeda, input, output dan komponen. Kalian ambil sekadar Tv sebagai contoh. Kita mampu menonton tv tidak tersungkap dari komposisi yang berfungsi didalam tv tersebut. Berjalannya sistem itu karena ke-3 bagian di sistem tersambung bersama; unit input yang merupakan listrik, bagian output yang berona gambar dan suara, beserta bagian segi seperti permadani, speaker, remote, dan antena. Tanpa ke-3 bagian atas sistem tersebut tersambung, kita tidak bisa menonton tv.

Pada orde yang berfungsi baik, seantero komponen harus tersambung bersama. Planet Jagat yang mempunyai banyak sel dapat dilihat sebagai orde yang susah dan luar biasa besar. Dalam sistem Globe, input ialah energi yang datang atas Matahari dan juga dorongan yang berpangkal dari di dalam Bumi, diantaranya tenaga tektonik. Output ialah perubahan persis yang dapat dilihat dalam sekitar aku dalam lingkungan fisik dan manusia, menyerupai panas juga hujan.

Bentuk Bumi kadang suatu komposisi yang susah, sehingga jalan terbaik untuk mempelajarinya beserta memahami setiap komponen komponennya dengan berbagai pendekatan pada geografi. Ini lah geografi mulai sudut perembukan sistem. Pendekatan ini langsung mengalami kemajuan hingga perihal geografi segar. Dalam geografi modern yang dikenal secara geografi terpadu (Integrated Geography) digunakan 3 pendekatan ataupun hampiran. Ketiga pendekatan itu, yaitu ulasan keruangan, kelingkungan atau kosmos, dan tinggi wilayah.

1. Pendekatan Lokasi
Dari namanya dapat ditangkap bahwa persidangan ini akan menekankan saat keruangan. Permufakatan ini mengacukan pada perselisihan lokasi dari sifat-sifat pentingnya seperti perlawanan struktur, contoh, dan mode. Struktur keruangan terkait beserta elemen pembentuk ruang yang berupa kenampakan titik, strip, dan daerah. Sedangkan motif keruangan terkait dengan mandala distribusi ke-3 elemen itu. Distribusi ataupun agihan segmen geografi tersebut akan mendirikan pola diantaranya memanjang, radial, dan sebagainya. Nah, proses keruangan sendiri tentang dengan reparasi elemen pereka ruang. Ulung geografi berjuang mencari faktor-faktor yang mengukuhkanmenjadikan pola persebaran serta jalan mengubah pola sehingga dicapai penyebaran yang lebih indah, efisien, dan wajar. Analisis suatu perkara menggunakan permufakatan ini bisa dilakukan secara pertanyaan 5W 1H sebagaimana berikut ini.
bangkudepan.com Problem What (apa), untuk mengetahui jenis kenyataan alam yang terjadi.
Interogasi When (kapan), untuk mengerti waktu terjadinya fenomena alam.
Pertanyaan Where (di mana), untuk mengerti tempat petunjuk alam berlaku.
Pertanyaan Why (mengapa), untuk mengetahui penyebab terjadinya realitas alam.
Pertanyaan Who (siapa), untuk mengerti subjek ataupun pelaku yang menyebabkan terjadinya fenomena dunia.
Pertanyaan How (bagaimana), untuk mengetahui mode terjadinya realitas alam.

dua. Pendekatan Kelingkungan/ Ekologi

Permufakatan ini bukan hanya merujukkan pada interaksi organisme dengan lingkungan, namun juga dikaitkan dengan kenyataan yang terselip dan pun perilaku oknum. Karena pada dasarnya lingkungan geografi mempunyai 2 sisi, ialah perilaku & fenomena lingkungan. Sisi tindak tanduk mencakup 2 aspek, adalah pengembangan ketentuan dan keyakinan lingkungan. Interelasi keduanya ini lah yang menjadi ciri khas perbincangan ini. Memakai keenam interogasi geografi, pengurangan dengan perbincangan ini tetap bisa dilakukan. Nah, perhatikan contoh pengurangan mengenai terjadinya banjir pada Sinjai berikut dan awak akan memperoleh perbedaannya dengan pendekatan keruangan. Untuk menyimak banjir beserta pendekatan kelingkungan dapat diawali dengan tingkah laku sebagai berikut.
Identifikasi pemastian fisik yang mendorong terjadinya bencana berikut, seperti rupa tanah, topografi, dan vegetasi di mandala itu.
Identifikasi sikap & perilaku masyarakat dalam memerintah alam pada lokasi ini.
Identifikasi budi daya yang siap kaitannya secara alih fungsi lahan.
Menyidik hubungan jurang budi daya serta dampak yang ditimbulkannya muncul menyebabkan lembak.
Menggunakan hasil analisis itu mencoba medapati alternatif pemecahan masalah ini.

3. Renyah Wilayah

Interpretasi ini menyandarkan pada relevansi antara analisis keruangan dan analisis kosmos. Analisis berikut menekankan takrif ”areal differentiation” yaitu memilikinya perbedaan provokator tiap-tiap daerah. Perbedaan ini mendorong uni wilayah siap berinteraksi beserta wilayah unik. Perkembangan area yang sama-sama berinteraksi terjadi karena tersembunyi permintaan & penawaran.

Rupa analisis kompleks wilayah diterapkan dalam perancangan kawasan permukiman. Langkah prolog, dilakukan identifikasi wilayah mungkin di pendatang Jawa yang memenuhi taklik minimum, seperti kesuburan tanah dan level kemiringan lereng. Langkah kedua, identifikasi aksesibilitas wilayah. Dari hasil persepsi ini dirumuskan rancangan untuk jangka berjarak dan poin pendek untuk pengembangan kerajaan tersebut.

Comments


Create your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!